KOMPAS.com - Apakah Anda tahu, pasar yang merujuk kepada konsumen perempuan secara spesifik adalah pasar yang besar? Bidang yang ditujukan untuk perempuan memang besar dan bisa mendatangkan keuntungan yang besar jika Anda tahu bagaimana mengelola bisnis tersebut. Karena menjaga pelanggan wanita bukanlah hal yang mudah. Bahkan, ada yang mengibaratkan, memasarkan kepada perempuan merupakan sebuah kotak yang sulit diuraikan.
Padahal, ada banyak hal yang bisa ditargetkan kepada pasar perempuan, khususnya di Indonesia. Mulai dari bidang kecantikan, kesehatan, busana, kebutuhan anak, kebutuhan rumah tangga, dan masih banyak lagi.
Mencoba menemukan rumus penting dalam cara memahami, merayu, dan menaklukkan hati perempuan, tiga penulis; Yuswohady, Dyah Hasto Palupi, dan Teguh Sri Pambudi menyusun buku berjudul Womanology: The Art of Marketing to Woman.
"Pemahaman terhadap kondisi psikografis dan perilaku konsumen perempuan membentuk semacam 'bangunan pengetahuan' mengenai dunia wanita Indonesia. Kalau Anda teliti, kasus-kasus pemasaran dalam buku ini merefleksikan pemahaman yang mendalam terhadap karakteristik konsumen wanita di Indonesia. Ini akan memberi Anda perspektif yang sangat kaya mengenai 'ilmu tentang wanita Indonesia'," tulis para pengarang dalam kalimat pengantar.
Para pengarang yang masing-masing berpengalaman dalam menerbitkan buku-buku seputar marketing ini mengukuhkan sebuah konsep yang mereka namakan "The Diamond Model of Womanology". Dalam model berlian tersebut, terdapat 5 sudut yang penting untuk memenangkan hati pelanggan perempuan. Kelima unsur tersebut; Connection, Care, Value, Empathy, dan Trust. Kelima unsur ini elemen-elemen kunci yang harus diperhatikan setiap marketers untuk bisa menaklukkan dan memenangkan hati perempuan.
Tak hanya berupa buku referensi dalam bentuk teori, Womanology memuat kumpulan 40 kasus-kasus yang pernah dialami Martha Tilaar Group yang sudah berdiri sejak 40 tahun lalu itu. Kasus-kasus tersebut dirangkum selama satu tahun oleh para penulis hingga akhirnya mereka menemukan konsep berlian di atas tadi. Contoh-contoh kasus memudahkan para pembaca untuk mengerti dan mengambil poin mengenai cara memasarkan produk atau jasa kepada perempuan.
Dalam kata-kata ucapan, CEO Kompas Gramedia, Agung Adi Prasetyo menuliskan, "Memasarkan kosmetik di Indonesia harus lebih banyak memahami 'nilai psikologis sosiologis' perempuan Indonesia. Ketika perempuan Indonesia memakai kosmetik, mereka sedang memilih produk yang dipercaya memberi nilai baik pada penampilannya, sekaligus juga memuaskan 'nilai rasa' yang menghinggapi perasaannya. Konsep integrated marketing dalam buku ini layak disimak karena dengan konsep ini Martha Tilaar menguasai pasar kosmetik Indonesia."
Buku yang dibanderol Rp 88.000 ini diluncurkan bersamaan dengan acara puncak perayaan ulang tahun ke-40 Martha Tilaar Group, Beautifying Indonesia yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Selasa (28/9/2010) bersamaan dengan 3 buku lain, Rias Pengantin Solo (Puspita Martha), Sanggul Cantik (Puspita Martha), dan BRIEF! Easy Marketing for Executor (Bernard T. Widjaja).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang